Makalah Softskill 2
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang
Masyarakat
terbentuk dari individu-individu. Individu-individu tersebut terdiri dari
berbagai latar belakang yang akan membentuk suatu kumpulan masyarakat heterogen
yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Hal tersebut mengakibatkan
terbentuknya suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan pada ikatan-ikatan yang
sudah teratur dan boleh dikatakan stabil. Maka, terbentuknya suatu masyarakat
dapat dikatakan dengan sekumpulan individu-individu tadi yang mempunyai gejala
yang sama. Dengan hal ini didalam kelompok sosial ini pun akan terjadi
pelapisan masyarakat. Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan
yang relatif permanen yang terdapat dalam sistem sosial didalam hal perbedaan
hak, pengaruh, dan kekuasaan.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud Pelapisan
Sosial?
2.
Apa yang dimaksud Kesamaan
Derajat?
3.
Apa fungsi dan peran Pelapisan
Sosial dan Kesamaan Derajat bagi masyarakat?
Tujuan Penulisan
1.
untuk Mengetahui definisi dari Pelapisan
Sosial.
2. agar Memahami arti dari Kesamaan Derajat.
3.
dapat mengetahui peran dan fungsi dari
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat bagi masyarakat
BAB II
Pembahasan
Pengertian Pelapisan Sosial
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam bukunya
“Setangkai Bunga Sosiologi” pelapisan sosial dapat diartikan sebagai pembedaan
penduduk atau para warga masyarakat ke dalam kelas secara bertingkat. Perwujudan
adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah di dalam
masyarakat. Di dalam masyarakat terdapat pelapisan sosial yang akan selalu
ditemukan dalam masyarakat selama di dalam masyarakat tersebut terdapat sesuatu
yang dihargai.Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Pengaruh pelapisan sosial merupakan gejala umum yang dapat
ditemukan di setiap masyarakat pada segala zaman. Betapapun sederhananya suatu
masyarakat gejala ini pasti dijumpai. Menurut Aristoteles bahwa di dalam sebuah
negara terdapat tiga unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang miskin
dan mereka yang ada di tengah-tengahnya. Adam Smith masyarakat dibagi ke dalam
tiga jenis kategori yaitu orang-orang yang hidup dari penyewaan tanah,
orang-orang yang hidup dari upah kerja, dan dari keuntungan perdagangan.
Sedangkan menurut Thorstein Veblen
masyarakat dibagi ke dalam dua golongan yaitu yang pekerja, berjuang untuk
mempertahankan hidup dan golongan yang banyak mempunyai waktu luang karena
kekayaannya. Pernyataan tiga tokoh di atas membuktikan bahwa pada masa-masa disaat
mereka masih hidup dan dapat diduga pula pada masa-masa sebelumnya, orang-orang
telah meyakini adanya sistem pelapisan dalam masyarakat, yang didalam studi
sosiologi disebut pelapisan.
Adanya kelas yang tinggi dan kelas yang rendah itu
disebabkan karena di dalam masyarakat terdapat ketidakseimbangan atau ketimpangan
dalam pembagian sesuatu yang dihargai yang kemudian menjadi hak dan kewajiban
yang dipikul dari warga masyarakat ada segolongan orang yang mendapatkan
pembagian lebih besar dan ada pula mendapatkan pembagian lebih kecil,
Menurut Drs. Taufik Rahman Dhohir pelapisan mulai ada sejak
manusia mengenal adanya kehidupan bersama atau organisasi sosial. Pelapisan
sosial merupakan hasil dari kebiasaan manusia berhubungan antara satu dengan
yang lain secara teratur dan tersusun baik secara perorangan maupun
perkelompok, setiap orang akan mempunyai situasi sosial yang mendorong untuk
mengambil posisi sosial tertentu.
Terjadinya Pelapisan Sosial
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi
menjadi 2, yaitu:
·
Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan seiring dengan pertumbuhan masyarakat
itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan
berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat, akan
tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang
tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu
bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu
berlaku.
·
Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar
tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya
kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam
sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1.
Sistem Fungsional, merupakan
pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja
sama dalam kedudukan yang sederajat.
2.
Sistem Skalar, merupakan pembagian
kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas.
Perbedaan
sistem pelapisan dalam masyarakat.
Masyarakat terdiri dari berbagai latar belakang dan
pelapisan sosial yang berbeda-beda. Pelapisan sosial merupakan pemilah-milah
kelompok sosial berdasarkan status, strata, dan kemampuan individu tersebut
yang terjadi secara alami didalam masyarakat. Terjadinya pelapisan sosial
berdasarkan adanya cara pandang masyarakat yang berbeda-beda dengan
dilatarbelakangi oleh status sosial, strata sosial dan kemampuan ekonomi yang
berbeda-beda.
Adapun
perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat.
· Sistem pelapisan masyarakat tertutup
diantaranya, Kasta Brahmana (pendeta), Kasta Ksatria (golongan bangsawan),
Kasta Waisya (golongan pedagang), Kasta Sudra (golongan rakyat jelata) dan
Kasta Paria (golongan orang yang tidak memiliki kasta).
· Sistem pelapisan masyarakat terbuka.
Setiap orang mempunyai kesempatan untuk menempati jabatan, jika orang tersebut
menpunyai kemampuan pada bidang tersebut.
Beberapa teori tentang pelapisan
masyarakat dicantumkan di sini :
1. Aristoteles mengatakan bahwa di
dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali,
mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2.
Prof. Dr. Selo Sumardjan dan
Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti
mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai
sesuatu yang dihargai.
3. Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada
dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan
golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada
orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang
berbeda-beda.
4. Gaotano Mosoa dalam “The Ruling
Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang
berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua
kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas
kedua (jumlahnya lebih banyak).
5. Karl Mark menjelaskan terdapat dua
macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat
produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga
untuk disumbangkan di dalam proses produksi.
Pengertian
Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan
antara manusia dengan lingkungan masyarakat pada umumnya timbal balik,
maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik
terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban
sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi.
Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua
orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan
hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Kesamaan derajat terjadi karena adanya perbedaan kemampuan
yang terjadi dalam bermasyarakat. Oleh sebab itu munculah lapisan-lapisan yang
dapat menyatukan hal yang awalnya berbeda kemudian menjadi satu, hal tersebut tercantum
dalam Undang-Undang 1945 tentang hak asasi manusia.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan,
kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan sosial berarti pembedaan
antar kelas-kelas didalam kehidupan masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan
kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah sesuatu yang membuat bagaimana
semua masyarakat berada dalam kelas yang sama tidak ada perbedaan kekuasaan dan
memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas
antara kalangan atas dan kalangan bawah.
Konflik status tersebut
dialami oleh kepala desa dari strata paling atas di desa tersebut yang
disebabkan karena dia mempunyai peranan ganda sebagai ayah dan sebagai kepala
desa dan mengakibatkan kepala desa tersebut harus memenuhi kedua tuntutan itu.
Dan dalam hal ini kepala desa itu mendukung anaknya secara diam-diam agar
dimata masyarakat peranannya sebagai kepala desa dapat terlaksana dengan baik
dan peranan sebagai ayah juga terlaksana.
Contoh
Kasus
Kasus Ade Irma
misalnya, setelah 2 tahun memperjuangkan haknya mendapatkan pelayanan
kesehatan, oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo baru bisa menerimanya. Walau
keberhasilannya itu, harus dibayar mahal dengan nyawanya yang tidak tertolong.
Ade, satu diantara sekian banyak pemilik sah kartu keluarga miskin yang ditolak
keluhan kesehatannya oleh rumah sakit.
Risma Alfian,
bocah pasangan Suharsono (25) dan Siti Rohmah (24), sudah empat belas bulan
tergolek lemah di atas tempat tidurnya. Kepalanya yang terus membesar membuat
Risma tidak bisa bangun. Sejak umur satu bulan, Risma sudah divonis terkena
hydrocephalus (kelebihan cairan di otak manusia sehingga kepala penderita
semakin besar).
Bidan tempatnya
menerima imunisasi, meminta Risma segera menjalani operasi atas kelainan
kepalanya itu. Operasi tidak serta merta bisa dilakukan lantaran butuh biaya
yang begitu besar untuk mendanainya.
Bahkan dengan
memiliki kartu Gakin yang diperolehnya dengan susah payah, juga tidak mampu
bisa membawa Risma dalam perawatan medis. Risma ditolak RSCM lantaran tidak
indikasi untuk dirawat.
BAB
III
Kesimpulan
Pelapisan sosial bisa diartikan sebagai pembedaan penduduk
atau para warga masyarakat ke dalam kelas secara bertingkat. Di dalam
masyarakat terdapat pelapisan sosial yang akan selalu ditemukan dalam
masyarakat selama di dalam masyarakat tersebut terdapat sesuatu yang dihargai. Pengaruh
pelapisan sosial merupakan gejala umum yang dapat ditemukan di setiap
masyarakat pada segala zaman, betapapun sederhananya suatu masyarakat gejala
ini pasti dijumpai. Adanya kelas yang tinggi dan kelas yang rendah disebabkan
karena di dalam masyarakat terdapat ketidakseimbangan atau ketimpangan dalam
pembagian sesuatu yang dihargai yang kemudian menjadi hak dan kewajiban yang
dipikul dari masyarakat.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan,
kedua hal tersebut saling berkaitan. Pelapisan sosial berarti pembedaan antar
kelas-kelas didalam kehidupan masyarakat, sedangkan Kesamaan derajat adalah
sesuatu yang membuat bagaimana semua masyarakat berada dalam kelas yang sama
sehingga tidak ada dinding pembatas antar kelas masyarakat.

